5 Kiat Membentengi Ponsel dari Hantaman Virus

November 11, 2008

1. Pastikan Bluetooth dalam Kondisi Hidden Mode

Jika ponsel Anda dilengkapi Bluetooth, pastikan fitur ini berada dalam kondisi hidden mode atau invisible untuk mencegah perangkat Bluetooth orang lain mendeteksi perangkat Anda kecuali memang Anda menghendakinya. Selain itu, matikan Bluetooth jika tidak terpakai. Langkah ini akan cukup melindungi ponsel dari serangan virus yang menyebar melalui Bluetooth.

2. Hati-hati Saat Menerima Kiriman Asing

Ketika menerima aplikasi yang dikirim via Bluetooth atau membuka attachment MMS, berhati-hatilah dari kemungkinan adanya program jahat. Pastikan kiriman itu berasal dari sumber terpercaya. Bahkan jikalaupun kiriman itu berasal dari teman, lebih baik Anda tak membukanya dan menghapusnya jika terdapat konten yang tidak familiar.

3. Download dari Sumber Terpercaya

Pastikan juga selalu men-download konten dari sumber resmi yang terpercaya sehingga ancaman virus bisa tereliminir. Namun hati-hatilah karena bisa jadi kaum kriminal mampu mengkreasi sumber download yang kelihatan terpercaya meskipun sejatinya adalah gudang virus.

4. Pakai Anti Virus

Beberapa software khusus telah ditawarkan untuk menjaga ponsel Anda dari ancaman virus. Pakailah jika Anda merasa memerlukannya.

5. Hubungi Produsen Ponsel Anda

Jika Anda menduga ponsel Anda telah terinfeksi virus, segera kontak produsen ponsel Anda untuk mengambil langkah yang tepat dalam menghindari kerusakan.

sumber: www.detikinet.com


Bagaimana SQL Injections Menembus Server

November 11, 2008

Contoh kasus sederhana. Dulu jaman pertama kalinya bugs VP-ASP (Software Management untuk pembayaran online), Anda mungkin mengetahui tentang penggunaan karakter single quote (‘) dengan penambahan OR (logical operator) dan tanda sama dengan (=) di antara single quote tersebut.

Login: ‘ OR ‘’=’

Password: ‘ OR ‘’=’

Sedikit menganalisa, misal ketika input box untuk login dan password di isi seperti dalam contoh di atas apa yang akan terjadi jika script yang memproses input tersebut seperti di bawah ini.

var sql = “select * from users where username = ‘” + username + “‘ and password = ‘” + password + “‘”;

Untuk beberapa site yang tidak menerapkan sistem validasi input yang secure akan mengakibatkan seorang user bisa masuk baik sebagai admin atau user biasa tanpa membutuhkan login dan password yang sebenarnya. Mengapa? Karena ketika input itu di proses di sistem yang terjadi operasi tersebut di anggap valid.

var sql = “select * from users where username = ‘’ OR ‘’=’’ and password = ‘’ OR ‘’=’’;

Nah tamatlah sudah riwayatmu kini hehe…hehe..Oke mungkin contoh di atas masih di anggap sangat sederhana, sekarang kalau misalnya saya melakukan action yang lebih ekstrim dari itu?

Username: ‘; drop table users–

Password:

Apa yang akan terjadi? Saya yakin Anda juga tahu bahwa command tersebut akan menghapus seluruh data di tabel users, coba kita analisa lagi.

var sql = “select * from users where username = ‘’; drop table users.

Nah apa yang akan Anda perbuat jika yang terjadi adalah seperti command di atas ini? Di sini karakter titik koma (;) menutup command pertama dan kemudian command drop menjadi command berikutnya yang akan di eksekusi oleh sistem dan selanjutnya karakter double minus (–) menutup command-command berikutnya untuk tidak di eksekusi. Yahh klo sudah begini tamatlah sudah data Anda. Paling banter Anda akan di pecat dari perusahaan dan di maki-maki bos Anda karena tidak becus bekerja.

SQL Injections tidak hanya bereaksi di dalam input box saja, dalam sebuah URL pun bisa di aplikasikan. Ini tergantung kemahiran Anda dalam melihat celah dari ketidak-secure-an site tersebut. Tentu di perlukan juga pengetahuan tentang command SQL dan beberapa eksperimen kecil untuk meriching kode di antara variabel-variabel yang ada di site tersebut.

Jadi di mana letak kesalahannya?

Dalam hal ini Microsoft sangat merespon tragedi SQL Injection, bahkan mereka sudah membuat patch-nya. Tapi sekali lagi ini tidak hanya masalah patching saja tapi juga di tuntut kehati-hatian Anda dalam merancang isi web itu sendiri. Solusinya yaa buatlah beberapa fungsi validasi input yang mampu mematikan command-command abnormal yang bisa mempengaruhi atau membuat server bereaksi.

Hanya seperti itu saja? He..hehe… pertanyaan yang sangat menohok tapi nggak papa lah.

Jika Anda mendapatkan bugs ini pada NT server maka beruntunglah Anda karena akses di luar database pun sanggup di lakukan. Seperti apa? Seperti command shell, registry, dan messaging product. Yaa sedikit tentang pengetahuan tentang sistem menjadi mutlak untuk perlu di ketahui agar Anda bisa mendapatkan akses granted administator tentu dengan dukungan kreatifitas dan mungkin jika perlu dukungan kemampuan programming yang Anda kuasai. Coba lihat beberapa command sistem yang bisa Anda manfaatkan untuk mendapatkan akses lebih banyak di server target (NT).

xp_cmdshell, xp_startmail, xp_sendmail, sp_makewebtask

xp_regaddmultistring, xp_regdeletekey, xp_regdeletevalue, xp_regenumkeys, xp_regenumvalues, xp_regread

xp_regremovemultistring, xp_regwrite

xp_availablemedia, xp_dirtree, xp_enumdsn, xp_loginconfig

xp_makecab, xp_ntsec_enumdomains

xp_terminate_process


Mempercepat Kinerja Komputer

November 11, 2008

1. Percepat Booting dan Ringankan beban CPU
Seiring dengan waktu, lama kelamaan PC terasa makin lambat dan ‘berat’. Apa saja yang dapat dilakukan untuk menanggulanginya?

  • Langkah pertama mempercepat boot via BIOS. Untuk keterangan selengkapnya, Anda dapat melihatnya pada “Menguak Tabir BIOS” di PC Media 04/2004 yang lalu.

  • Selanjutnya mulai ke area operating system. Untuk Windows XP, mulai dengan membuka System Configuration Utility. Pada tab BOOT.INI, beri tanda (P) pada “/NOGUIBOOT”. Ini akan mempersingkat waktu boot dengan menghilangkan Windows startup screen. Pada tab Startup, seleksi ulang seminimal mungkin item yang sangat dibutuhkan. Hal yang sama juga dilakukan pada service yang dijalankan. Usahakan jumlah service yang ter-load tidak lebih dari 25.
  • Windows XP memang tampak begitu memukau pada tampilannya. Jika kebutuhan utama Anda adalah kecepatan dan bukan keindahan, setting ulang interface ini dapat menambah kecepatan. Masuk ke System Properties, pilih tab Advanced. Setting ulang pada pilihan Performance. Kemudian pilih “Adjust for Best Performance” pada tab Visual Effects.
  • Menghilangkan wallpaper dan minimalisasi jumlah desktop icon juga dapat mempercepat PC Anda. Kurangi jumlah desktop icon sampai maksimal lima buah.Menghilangkan bunyi pada event Start Windows juga akan mempercepat proses boot. Mau lebih cepat lagi? Pilih “No Sounds” pada sound scheme.

  • Berapa jumlah font yang terinstal pada Windows Anda? Makin banyak jumlah font yang terinstal akan menambah berat beban kerja PC Anda. Windows secara default menyertakan sejumlah kurang dari 100 font. Usahakan jumlah font yang terinstal pada kisaran 150 font.


2. Overclock
Ini bagian yang paling menarik. Pada bagian ini kami akan memandu overclocking, dengan mengandalkan beberapa software yang bisa di-download gratis dari internet.
Overclock Video Card
Overclocking pada video card, relatif mudah apalagi dengan Powerstrip.

  • Anda bisa menggunakan Powerstrip dengan men-download dari www.entechtaiwan.net.
  • Atur konfigurasi dari Performace profile, dengan klik kanan di tray icon.Anda akan melihat dua buah vertical slider. Slider kiri, control untuk core speed video card. Slider kanan merupakan control dari kecepatan memory video card.
  • Tambahkan core speed video card secara bertahap (maksimal 2 Mhz). Lakukan tes stabilitas dengan memainkan game 3D atau menjalankan benchmark. Ulangi hal tersebut sampai core speed maksimal dari video card. Lakukan hal yang sama untuk memory clock. Kini Anda bisa menikmati frame rates baru yang lebih cepat secara gratis.

Overclock Motheboard
Untuk melakukan overclock terhadap motherboard sedikit berbeda. Anda harus menyesuaikan aplikasi sesuai dengan chipset motherboard. Di sini kami mengambil contoh overclocking dua buah motherboard. Pertama adalah motherboard dengan chipset nForce2.

  • Untuk motherboard dengan chipset nVidia, Anda bisa memanfaatkan aplikasi NV system utilities dari www.nvidia.com.
  • Pada aplikasi ini, tinggal menggeser slider kearah kanan pada bagian Bus speeds. Ini akan menyesuaikan clock FSB juga memory bus. Untuk AGP bus, tersedia pada slider yang terpisah.
  • Tersedia juga setting untuk memory control timing. Setting memory yang lebih agresif akan menguntungkan untuk sistem AMD.
  • Sama seperti pada video card, Anda harus menambahkan secara bertahap FSB dan AGP bus. Jalankan tes stabilitas. Setelah selesai, Anda bisa mengakhiri dengan mengklik tombol (OK). Catatan: ketika OC yang Anda lakukan tidak sesuai, maka komputer akan otomatis hang dan terpaksa me-restart komputer.


Motherboard kedua adalah Intel D875PBZ. Menggunakan Intel Desktop Control Center, sayangnya utiliti ini hanya berjalan pada motherboard keluaran Intel.

  • Untuk melakukan OC, Anda bisa melakukannya dengan otomatis.Bisa juga secara manual. Pada menu Tune yang terdapat di bagian atas, pilih option Burn-in, enable burn-in mode.
  • Terdapat Host I/O mode dan AGP/PCI mode. Pada Host I/O mode, OC dilakukan berdasarkan persentase hingga 4 %. Sedangkan pada AGP/PCI mode, menaikkan bus clock AGP yang otomatis akan meningkatkan clock PCI.
  • Setelah melakukan penambahan, Anda bisa mengukur stabilitas. Dengan melakukan stress-it pada bagian kiri bawah aplikasi yang bertanda centang.


3. Upgrade Processor
Sebelum membeli sebuah processor baru, pastikan bahwa motherboard yang Anda miliki mampu mendukung calon processor baru Anda (lihat tabel “Chipset dan Processor Support”). Selain itu, pastikan juga maksimum FSB untuk processor yang mampu didukung motherboard Anda. Hal ini juga berhubungan banyak dengan chipset yang digunakan pada motherboard Anda.

Sebagai contoh untuk processor Intel. Chipset Intel seri 845 hanya memiliki bus maksimal 533 MHz. Berbeda dengan chipset Intel 848 ataupun 875P yang sudah mampu bekerja dengan processor dengan bus 800 MHz.

Hal ini juga berlaku untuk processor AMD. Seperti VIA KT400 yang belum bisa bekerja dengan bus processor 400 MHz. Berbeda dengan KT600 yang sudah mampu bekerja pada bus processor 400 MHz.

Ada baiknya juga untuk memastikan produsen motherboard yang Anda gunakan menyediakan update BIOS pada situsnya. Terutama update BIOS untuk kecepatan processor yang terbaru. Update BIOS diperlukan sekiranya BIOS lama motherboard Anda belum mendukung (biasanya) multiplier processor terbaru.